Orang-orang Korea Selatan Rela Bayar Mahal Agar Bisa Tinggal di Penjara. Kok Bisa, sih?

oleh

Berita Unik – Tentunya sebagai manusia yang memiliki pikiran yang jernih Rasanya tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin masuk penjara. Suasana yang menyeramkan yang tentunya akan membuat orang-orang takut untuk menjalani hidup di sana. Namun hal berbeda terjadi di Korea Selatan. Orang-orang ini bahkan rela membayar mahal hanya untuk tinggal di dalam penjara!

Orang-orang Korea Selatan Rela Bayar Mahal Agar Bisa Tinggal di Penjara. Kok Bisa, sih?

Penjara ini bernama ‘Prison Inside Me’ yang dibuka pada tahun 2013 lalu. Penjara ini bukanlah penjara sungguhan, melainkan penjara tiruan yang dibuat menjadi tempat ‘melarikan diri’ dari rutinitas padat dan tekanan hidup sehari-hari. Letaknya berada sekitar 60 mil dari kota Seoul.

Hingga kini, penjara ini sudah menerima lebih dari 2.000 ‘tahanan’. Namun ini bukan ‘tahanan’ sungguhan, kok. Mereka rata-rata berasal dari kalangan pekerja dan mahasiswa yang bosan dan stres dengan pekerjaan atau kehidupan akademik mereka.

Orang-orang Korea Selatan Rela Bayar Mahal Agar Bisa Tinggal di Penjara. Kok Bisa, sih?

Saat masuk penjara ini, tahanan akan diberi baju seragam khas tahanan. Semua barang seperti ponsel, gadget, buku, bahkan cermin akan di sita oleh petugas. Tahanan akan ditempatkan di dalam kamar seluas 5 meter persegi. Mereka akan diberikan peraturan yang sama seperti penjara sungguhan. Unik, ya?

Baca juga : 5 Artis Seksi Ini Ditawari Uang Miliaran Untuk Jadi Bintang Film PORNO !

Penjara ini memungkinkan orang-orang dapat berhenti total dari rutinitas sehari-harinya seperti bekerja dan sekolah. Mereka dapat beristirahat sejenak dengan cara tidur dan tidak melakukan apa-apa selama di dalam penjara ini, selain bermeditasi dan merenungkan kehidupan mereka.

Penjara tiruan ini memiliki 28 sel isolasi yang dilengkapi dengan toilet, wastafel, dan sebuah meja kecil. Tahanan akan diberikan makanan melalui slot kecil yang ada di pintu. Tempat ini juga menyediakan kelas meditasi pribadi, kelas spiritual, dan sesi penyembuhan melalui drama.

Penjara tiruan ini lahir berkat ide kreatif Kwon Yong Seok (47) yang stres dengan pekerjaannya sebagai pengacara. Ia meminta kepada temannya yang bekerja sebagai sipir penjara untuk memasukkannya ke dalam penjara dengan alasan terapi. Tentu keinginan Yong Seok ditolak oleh temannya.

Orang-orang Korea Selatan Rela Bayar Mahal Agar Bisa Tinggal di Penjara. Kok Bisa, sih?

“Saya tidak tahu caranya berhenti bekerja saat itu. Saya bahkan seperti tidak bisa mengendalikan kehidupan saya,” kata Yong Seok.
Atas penolakan itu, Yong Seok akhirnya mencari jalan keluar lain agar dapat ‘beristirahat’ di penjara. Akhirnya pada tahun 2013, ia mendirikan Prison Inside Me sebagai pusat penanganan stres.

Pembangunan penjara tiruan itu membutuhkan waktu sekitar satu tahun lamanya dan menelan biaya sekitar 2 miliar won atau sekitar Rp 25 miliar.

“Saya kadang-kadang juga berjalan mundur, sehingga saya bisa melihat jalan baru saya yang jalani. Orang jarang melakukannya dan hanya berpikir tentang jalan ke depan. Saya pikir kita perlu mencoba untuk sesekali melihat ke belakang,” kata Kwon.

Bagi Yong Seok, menginap selama dua hari di Prison Inside Me terbilang singkat dan masih kurang. Tapi ia tidak bisa memperpanjang waktu inap karena pengunjung tidak bisa meninggalkan kegiatan mereka selama berhari-hari.

Menginap di penjara tiruan ini menghabiskan biaya sebesar 150.000 won perharinya atau sekitar Rp 1,9 juta. Kamu berminat untuk mencobanya ?

ENJOYQQ

Tinggalkan Balasan