Kronologi Kematian Cutfil di Got Cilincing!

oleh

Berita Unik –  Jakarta, Seorang pegawai kafe, Cutfil Margareth (30) ditemukan tewas di sebuah got di Jalan Sindang Laut, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Polisi menyatakan Cutfil tewas akibat terpeleset hingga terjatuh ke dalam got.

“Kami sudah memeriksa saksi-saksi, kemudian melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) dan kami juga ada hasil visum yang menguatkan bahwa kematian korban bukan sebuah pembunuhan,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso, Minggu (1/4/2018).

Berikut kronologi kematian Cutfil yang diungkap polisi :

Sabtu 31 Maret 2018 Pukul 04:30 WIB 

Cutfil diketahui bekerja di Rock and Goal Sports Bar di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Berdasarkan keterangan teman kerja, korban meninggalkan kafe sekitar pukul 04:30 WIB.

“Menurut keterangan temannya, sekitar pukul 04:30 WIB saat pulang korban dalam keadaan mabok minuman keras dan ada indikasi menggunakan pil extasi,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Faruk.

Hal ini juga dikuatkan dengan hasil visum. “Bahwa berdasarkan VER pada urin korban positif mengandung MDMA dan metamphetamine,” lanjutnya.

Kondisi korban saat itu sudah mabuk berat. Karena khawatir, temannya memesan taksi online untuk mengantar korban pulang ke Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Pukul 04:47 WIB 

Cutfil kemudian dijemput oleh saksi AS, sopir taksi online. Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, mobil Suzuki Ertiga bernopol B-1369-COM berhenti di depan PT transporindo Lima Perkasa pada pukul 04:47 WIB. Di situ, taksi berhenti sekitar 7 menit.

“Kenapa (berhenti) lama, karena korban saat itu mabuk berat dan si sopir ini berusaha membangunkan korban,”imbuhnya.

Korban akhirnya terbangun dan turun dari mobil. Sebelum meninggalkan korban, AS sempat memanggil  korban karena lipstiknya tertinggal.

“Sopir tidak turun dari mobil, dia hanya memanggil korban memberitahu bahwa lipstiknya terjatuh dan setelah itu sopir taksi ini pergi,”sambungnya.

Pukul 06:00 WIB 

Cutfil ditemukan tewas pada sabtu (31/3) sekitar pukul 06:00 WIB oleh petugas yang hendak membersihkan saluran air. Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup di got dengan pakaian masih utuh.

“Korban dalam kondisi terpengaruh miras dan narkotika saat itu,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso kepada detik,com Minggu (1/4/2018).

“Pada mayat korban ditemukan luka lecet dan memar pada daerah wajah dan anggota gerak karena kekerasan tumpul. Pada pemeriksaan dalam menemukan adanya lumpur hitam di rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus dua belas jari dan sepertiga bagian atas usus halus yang menunjukan bahwa korban masih hidup saat kepalanya masuk ke dalam lumpur. Selain itu ditemuka pula lumpur hitam di saluran nafas hingga terhirup ke dalam paru paru,”paparnya

Hasil visum inilah yang menguatkan dugaan korban meninggal bukan karena dibunuh. Polisi menyimpulkan bahwa korban tewas karena terpeleset dikarenakan korban dalam kondisi terpengaruh miras dan narkotika.

“Karena kondisinya berat, sehingga dia terpeleset dan jatuh ke dalam got. Karena kondisinya terpengaruh miras dan narkotika sehingga dia kesulitan untuk bangun sehingga akhirnya korbanpun tenggelam,” tuturnya.

 

ENJOYQQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *