Heboh !! Dikira Mainan Bocah di Bogor Tewas Akibat Ledakan Granat TNI AD , Begini Kronologinya ..

oleh

Berita Terkini – Peristiwa yang tidak terduga yang mengejutkan warga Bogor tersebut , Seorang bocah laki-laki yang di ketahui berumur 11 tahun  yang masih duduk di bangku sekolah dasar  ( SD ) tersebut bernama muhammad mubarok , bocah tersebut meninggal akibat terkena ledakan dari granat.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Kamis (14/2/2019) siang sekitar pukul 14:00 WIB, muhammad mubarok bersama kedua temanya Muhammad Doni (14) dan Khoirul Islami  ( 11 ) mendapatkan granat tersebut di area tempat latihan TNI AD Di Lapangan Tembak Cibungbulang.

Muhammad mubarok meninggal dunia setelah dirinya terkena serpihan ledakan dari granat tersebut , temannya yakni Doni (14) dan khirul (11) yang juga menjadi korban. Namun beruntung, nyawa Doni dan Sahrul masih bisa terselamatkan. Tetapi, kini kedua bocah tersebut harus menjalani perawatan intensif karena menderita luka yang cukup serius akibat serpihan granat.

Baca juga : Ikut Rayakan Valentine, Hotman Paris Beri Kado Tak Terduga ke Istrinya

Akibat peristiwa tersebut tangan mubarok putus dan kepalanya hancur. Dan akhirnya bocah tersebut pun meregang nyawa setelah terkena ledakan granat tersebut.

Letkol Inf Harry Eko Sutrisno selaku Komandan Kodim (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor, jelas terkejut saat mendapat kabar tersebut. Betapa tidak, kawasan latihan TNI AD itu merupakan kawasan terlarang bagi warga sipil.

“Itu area latihan TNI AD, Kostrad, Kopassus, dan kami pun latihan di sana. Jaraknya sekitar 2 kilometer dari permukiman, warga dilarang masuk ke sana. Mungkin anak-anak tetap main di sana dan menemukan granat itu lalu dimainkan,”

Letkol Inf Harry mengatakan tidak ada latihan yang di lakukan pada saat anak-anak tersebut bermain di kawasan tersebut , tentunya sesuai standar jika usai melakukan latihan pastinya di lakukan penyisiran , mungkin granat yang itu tidak terdeteksi karena sudah lama dan berkarat .

Karena berkarat itulah yang mungkin membuat ketiga anak tersebut mengira jika itu adalah besi. Sehingga mereka pun berusaha untuk menghancurkannya dengan cara dipukul-pukul.
Tapi nahas, benda itu ternyata adalah granat yang masih aktif dan langsung meledak.

“Mubarok meninggal dunia, dua lainnya luka-luka dan sudah dilarikan ke RSUD Leuwiliang tadi,” terang Harry.

ENJOYQQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *